Sabtu, 30 Juni 2012

KEHIDUPAN PKI DALAM CERPEN BAWUK KARYA UMAR KAYAM

Oleh

Alfian Rokhmansyah

Cerpen Bawuk merupakan cerpen panjang di tulis oleh Umar Kayam. Cerpen ini menceritakan perjalanan kehidupan tokoh Bawuk. Bawuk, putri bungsu keluarga Suryo, putri seorang onder, priyayi Jawa, sejak kecil telah mununjukkan sifat-sifat kerakyatan, berbeda dengan empat kakaknya. Hal ini tampak dalam sikapnya yang menghargai para pembantunya. Semasa remaja, ia seorang gadis lincah dan periang, namun berbudi halus. Hanya Bawuk seorang yang memahami kepedihan ibunya, yang terpaksa melihat suaminya tenggelam dalam pelukan ledek, dalam suatu pesta di kabupaten.

Latar sosial cerpen ini adalah saat meletusnya G30S PKI. Hal ini terlihat dari munculnya tokoh suami Bawuk, Hassan, yang merupakan seorang aktivis partai Komunis. Dalam cerpen ini, Umar Kayam telah mengajak pembaca untuk memahami kondisi kemanusiaan pada masa meletusnya gerakan PKI pada September 1965. Selain suaminya seorang aktivis PKI, Bawuk juga mengikuti Gerwani yang merupakan perkumpulan para istri aktivis PKI.

Penggambaran kondisi sosial pada masa G30S PKI digambarkan oleh pengarang dengan baik. Penggambaran masa itu meliputi penggambaran kehidupan seorang aktivis PKI, kondisi aktivis PKI yang dikejar-kejar tentara, dan kehidupan keluarga aktivis PKI yang selalu diselimuti ketakutan.

Tidak ada komentar: