Sabtu, 04 Juni 2011

Strukturalisme dan Pascastrukturalisme (Artikel)

STRUKTURALISME DAN PASCASTRUKTURALISME:
SEBUAH PERJALANAN TEORI SASTRA

Oleh
Alfian Rokhmansyah, S.S.

Abstrak

Dalam kurun waktu satu abad, perkembangan teori sastra tampaknya sangat pesat. Ketika pertama kali muncul, teori sastra hanya berkutat pada struktur karya sastra yang sering disebut teori strukturalisme. Teori strukturalisme merupakan teori yang telah ada sejak jaman Aristoteles, tetapi secara terus-menerus diperbaharui sampai awal abad ke-20. Pergerakan kaum-kaum yang menolak tradisi strukturalis merupakan penyebab utama perkembangan teori sastra. Perkembangan teori sastra diawali dengan teori strukturalisme yang melihat karya sastra adalah struktur yang otonom. Dalam perkembangan selanjutnya, teori strukturalisme mulai ditinggalkan dan dan digantikan teori pascastrukturalis yang menolak serta ingin melepaskan diri dari belenggu struktural. Teori pascastrukturalisme berupaya untuk memberikan teori sastra yang tidak hanya berkutat pada struktur karya sastra, tetapi juga pada struktur ekstrinsik dan hubungan sastra dengan lingkungan. Beberapa teori strukturalisme adalah formalisme Rusia, New Criticism, strukturalisme dinamik, strukturalisme genetik, naratologi, dan semiotika. Sedangkan teori pascastrukturalisme adalah postmodernisme, postkolonialisme, dekonstruksi, resepsi sastra, intertekstual, feminisme sastra, dan teori-teori naratologi pascastrukturalis. Teori strukturalisme dan pascastrukturalisme dapat digunakan untuk menganalisis sastra klasik maupun modern. Hal ini karena teori-teori sastra dapat digunakan untuk memahami objek yang berbeda. Selain itu, perkembangan teori sastra juga disebabkan oleh kebutuhan teori-teori dari disiplin ilmu lain yang dapat mendukung studi sastra. Hal ini yang menyebabkan munculnya teori interdisipliner dalam sastra.

Kata kunci: teori sastra, strukturalisme, pascastrukturalisme

Untuk mengunduh file artikel ini dalam bahasa Indonesia, silakan klik di sini (PDF)



STRUCTURALISM AND POSTSTRUCTURALISM:
A JOURNEY OF THEORIES OF LITERATURE

By
Alfian Rokhmansyah, S.S.

Abstract

Within a century, the development of literary theories seems growing rapidly. When they firstly emerged, literary theories dwelt only on the structure of literary work called theories of structuralism. Structuralism theory is a theory which existed since the days of Aristotle, but has continuously been renewed until the beginning of the 20th century. The mobilizations of the groups who rejected the structuralist tradition are the main result of the development of literary theories. The development of literary theory began with the theories of structuralism whose view suggests that literature is an autonomous structure. In further developments, the theory of structuralism began to be abandoned and some new poststructuralist theories which reject as well as escape from the structural bindings emerged. Theories of poststructuralism attempt to provide literary theories which do not dwell only on the structure of the text, but also on the extrinsic structure and literary relationship with the environment. Some structuralist theories are classified into Russian formalism, new criticism, structuralism dynamic, genetic structuralism, narratology, and semiotics while poststructuralist are postmodernism, postcolonialism, deconstruction, literary reception, intertextual, literary feminism, and naratologi poststructuralist theories. The theory of structuralism and poststructuralism can be used to analyze classic and modern literature. This is because literary theories can be adjusted in an attempt to understand the different objects. In addition, the development of literary theories is also caused by the need for new theories which can support the studies of literature. Thus, this becomes the cause of the emergence of interdisciplinary theories in the literature.

Keywords: literary theory, structuralism, poststructuralism.

For download this article in English, please click here (PDF-file)

DAFTAR PUSTAKA
  1. Damono, Sapardi Djoko. 1973. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: P3B Dekdikbud.
  2. Endraswara, Suwardi. 2008a. Metodologi Penelitian Psikologi Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.
  3. _________. 2008b. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.
  4. Faruk. 1999. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  5. Nurgiyantoro, Burhan. 1998. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: UGM Press.
  6. Nuryatin, Agus. 2005. Formalisme Rusia: Mengolah Fakta dalam Fiksi. Semarang: Rumah Indonesia.
  7. _________. 2006. “Teori Sastra I”. Modul. FBS, Unnes.
  8. Ratna, Nyoma Kutha. 2008. Postkolonialisme Indonesia: Relevansi Sastra Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  9. _________. 2009. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  10. Selden, Raman. 1993. Panduan Pembaca Teori Sastra Masa Kini. Diterjemahkan oleh Rachmat Djoko Pradopo. Yogyakarta: UGM Press.
  11. Sugihastuti. 2005. Kritik Sastra Feminis. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  12. Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra. Jakarta: Dunia Pustaka.
  13. Todorov, Tzvetan. 1985. Tata Sastra. Jakarta: Penerbit Djambatan.
  14. Wellek, Rene dan Austin Warren. 1989. Teori Kesusastraan. Diterjemahkan oleh Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.

Tidak ada komentar: