Sabtu, 30 Juni 2012

NOVEL ME VERSUS HIGH HEELS KARYA MARIA ARDELIA DAN KEHIDUPAN REMAJA

Oleh

Alfian Rokhmansyah

Novel yang termasuk genre remaja (teenlit) ini bercerita tentang kehidupan seorang gadis tomboy bernama Sasha yang senang bermain basket dan kegiatan lain yang berhubungan dengan kegiatan anak laki-laki. Perubaha terjadi pada Sasha ketika ia bertemu dengan anak laki-laki bernama Arnold. Keinginan untuk menjadi feminim terjadi pada diri Sasha, dengan alasan agar Arnold bisa bersimpati padanya. Semua yang dilakukan Sasha ternyata sia-sia karena Arnold hanya mempermainkannya. Akhirnya Sasha menyadari bahwa hanya Roland yang benar-benar mencintainya dan menerima ia apa adanya.

Novel ini menceritakan kehidupan remaja usia SMA yang masih labil dalam menghadapi kehidupan. Kehidupan remaja yang penuh dengan ambisi dan gejolak dapat dihadirkan oleh pengarang. Seperti umumnya novel-novel teenlit, novel Me Versus High Heels (MVHH) ini menampilkan tokoh-tokoh yang umum, seperti laki-laki yang tampan, selalu menjadi primadona para remaja putri di sekolahnya, pintar bermain basket, dan lain sebagainya yang menunjukkan kehidupan remaja metropolitan.

Gejolak cinta yang masih menggebu-gebu terlihat jelas pada tokoh MVHH. Sasha yang tadinya seorang remaja tomboy, akhirnya mencoba untuk berubah menjadi feminim tatkala bertemu dengan seorang laki-laki yang tampan dan sempurna. Perubahan itu dilakukan semata-mata karena ingin mendapatkan simpati dari lawan jenisnya. Pergulatan dalam melawan kebiasan dilakukan demi mendapatkan apa yang diinginkan. Perasaan sakit hati yang dialami Sasha setelah mengetahui bahwa Arnold, laki-laki yang didambakannya hanya mempermainkan perasaannya.

Konflik sosial yang dihadirkan pengarang dalam MVHH merupakan gambaran kehidupan remaja pada zaman sekarang. Tokoh Sasha banyak ditemui di sekolah-sekolah, yaitu remaja putri yang tomboy, urakan, dan tidak bertingkah laku seperti remaja putri pada umumnya. Tokoh Arnold yang digambarkan sebagai sosok remaja yang perfect dan menjadi dambaan setiap siswi adalah contoh kongkret sosok laki-laki yang didambakan oleh setiap perempuan remaja. Hal ini hadir mengingat novel ini ditujukan bagi remaja putri yang masih duduk di sekolah menengah.

Kehidupan percintaan remaja yang masih bergejolak dapat dihadirkan pengarang. Konflik yang umum terjadi di kehidupan percintaan remaja, seperti keinginan untuk memiliki pasangan yang sempurna secara fisik, tergambar jelas dalam novel ini.

Secara umum, novel ini dapat memberikan gambaran kehidupan remaja di perkotaan yang masih dalam masa labil pencarian jati diri. Novel ini mampu menggambarkan kondisi sosial masyarakat disekitarnya, yaitu kehidupan remaja SMA.

Tidak ada komentar: