Oleh:
Alfian Rokhmansyah, S.S.
Ada banyak pendapat yang telah dikemukakan oleh para ahli mengenai definisi sastra bandingan. Menurut Remark, sastra bandingan merupakan kajian-kajian karya sastra di luar batas negara, mencakup hubungan karya sastra dengan karya sastra, karya sastra dengan bidang ilmu atau karya lain seperti seni (seni rupa, seni musik, seni tari) sejarah, filsafat, politik, ekonomi, sosiologi, psikologi, agama dan lain-lain. Jadi sastra bandingan bertujuan membandingkan karya sastra dengan bidang lain sebagai ungkapan kehidupan (Clements dalam Noor, 2006:1).
Menurut Damono (2005:5), kajian sastra bandingan lebih ditujukan pada studi sastra yang melampaui batas-batas kebudayaan. Yang menjadi hal penting adalah bahwa karya sastra yang dikaji itu masih dalam bahasa aslinya sebab kekhasan karya sastra itu terdapat pada bahasanya. Studi sastra yang dilakukan dalam sastra bandingan pada umumnya berawal dari adanya kemiripan-kemiripan yang terdapat dalam sebuah karya sastra yang berasal dari kebudayaan yang berbeda.
Sastra bandingan merupakana salah satu dari sekian banyak pendekatan yang ada dalam ilmu sastra. Pendekatan sastra bandingan pertama kali muncul di Eropa awal abad ke-19. Ide tentang sastra bandingan dikemukan oleh Sante-Beuve dalam sebuah artikelnya yang terbit tahun 1868 (Damono, 2005: 14). Dalam artikel tersebut dijelaskannya bahwa pada awal abad ke-19 telah muncul studi sastra bandingan di Prancis. Sedangkan pengukuhan terhadap pendekatan perbandingan terjadi ketika jurnal Revue Litterature Comparee diterbitkan pertama kali pada tahun 1921.
Daftar Pustaka
Silakan klik di sini untuk mengunduh artikel ini secara lengkap.
Alfian Rokhmansyah, S.S.
Ada banyak pendapat yang telah dikemukakan oleh para ahli mengenai definisi sastra bandingan. Menurut Remark, sastra bandingan merupakan kajian-kajian karya sastra di luar batas negara, mencakup hubungan karya sastra dengan karya sastra, karya sastra dengan bidang ilmu atau karya lain seperti seni (seni rupa, seni musik, seni tari) sejarah, filsafat, politik, ekonomi, sosiologi, psikologi, agama dan lain-lain. Jadi sastra bandingan bertujuan membandingkan karya sastra dengan bidang lain sebagai ungkapan kehidupan (Clements dalam Noor, 2006:1).
Menurut Damono (2005:5), kajian sastra bandingan lebih ditujukan pada studi sastra yang melampaui batas-batas kebudayaan. Yang menjadi hal penting adalah bahwa karya sastra yang dikaji itu masih dalam bahasa aslinya sebab kekhasan karya sastra itu terdapat pada bahasanya. Studi sastra yang dilakukan dalam sastra bandingan pada umumnya berawal dari adanya kemiripan-kemiripan yang terdapat dalam sebuah karya sastra yang berasal dari kebudayaan yang berbeda.
Sastra bandingan merupakana salah satu dari sekian banyak pendekatan yang ada dalam ilmu sastra. Pendekatan sastra bandingan pertama kali muncul di Eropa awal abad ke-19. Ide tentang sastra bandingan dikemukan oleh Sante-Beuve dalam sebuah artikelnya yang terbit tahun 1868 (Damono, 2005: 14). Dalam artikel tersebut dijelaskannya bahwa pada awal abad ke-19 telah muncul studi sastra bandingan di Prancis. Sedangkan pengukuhan terhadap pendekatan perbandingan terjadi ketika jurnal Revue Litterature Comparee diterbitkan pertama kali pada tahun 1921.
Daftar Pustaka
- Damono, Sapardi Djoko. 2005. Pegangan Penelitian Sastra Bandingan. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional.
- Endraswara, Suwardi. 2008. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.
- Hartoko, Dick dan B. Rahmanto. 1986. Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta: Kanisius.
- Jabrohim. 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.
- Nazir, Moh. 1983. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
- Noor, Redyanto. 2005. Pengantar Pengkajian Sastra. Semarang: Fasindo.
- _______.2006. Sastra Dunia (Sastra Bandingan). Diktat Kuliah Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra Universitas Diponegoro, Semarang.
- Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
- Sudjiman, Panuti. 1984. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Gramedia.
Silakan klik di sini untuk mengunduh artikel ini secara lengkap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar