Rabu, 26 Januari 2011

STRUKTURALISME GENETIK

Oleh
Alfian Rokhmansyah
Sastra Indonesia, S1 (Ilmu Sastra)
Universitas Negeri Semarang



Strukturalisme Genetik (genetik structuralism) adalah cabang penelitian sastra secara struktural yang tak murni. Strukturalisme genetik ini merupakan penggabungan antara struktural dengan metode penelitian sebelumnya (Endraswara 2003: 55).

Semula, peletak dasar strukturalisme Genetik adalah Taine. Bagi dia, karya sastra sekedar fakta imajinatif dan pribadi, melainkan dapat merupakan cerminan atau rekaman budaya, suatu perwujudan pikiran tertentu pada saat karya dilahirkan. Strukturalisme Genetik muncul sebagai reaksi atas “stukturalisme murni” yang mengabaikan latar belakang sejarah dan latar belakang sastra yang lain. Hal ini diakui pertama kali oleh Juhl (Teeuw 1988: 173) bahwa penafsiran model strukturalisme murni atau strukturalisme klasik kurang berhasil (Endraswara 2003: 55-56).

Strukturalisme Genetik pada prinsipnya adalah teori sastra yang berkeyakinan bahwa karya sastra tidak semata-mata merupakan suatu yang statis dan lahir yang sendirinya melainkan merupakan hasil strukturasi struktur kategori pikiran subjek penciptanya atau subjek kolektif tertentu yang terbangun akibat interaksi antara subjek itu dengan situasi sosial dan ekonomi tertentu. Oleh karena itu, pemahaman mengenai Strukturalisme Genetik, tidak mungkin dilakukan tanpa pertimbangan-pertimbangan faktor-faktor sosial yang melahirkannya, sebab faktor itulah yang memberikan kepaduan pada struktur karya sastra itu (Goldmann dalam Faruk 1999: 13).

Ada dua kelompok karya sastra menurut Goldmann (dalam Jabrohim 1994: 82), yaitu karya sastra yang dihasilkan oleh pengarang utama dan karya sastra yang dihasilkan oleh pengarang kelas dua. Karya sastra yang dihasilkan oleh pengarang utama adalah karya sastra yang strukturnya sebangun dengan struktur kelompok atau kelas sosial tertentu. Sedangkan, karya sastra yang dihasilkan oleh pengarang kelas dua adalah karya sastra yang isinya sekedar reproduksi segi permukaan realitas dan kesadaran kolektif. Untuk penelitian sastra yang mengungkapkan pendekatan Strukturalisme Genetik oleh Goldmann disarankan menggunakan karya sastra ciptaan pengarang utama, karena sastra yang dihasilkannya merupakan karya agung (master peace) yang di dalamnya mempunyai tokoh problematik (problematic hero) atau mempunyai wira yang memburuk (degraded) dan berusaha mendapatkan nilai yang sahih (autthentic value).

DAFTAR PUSTAKA

1.Damono, Sapardi Djoko. 1978. Sosiologi Sastra: Sebuah Pengantar Ringkas. Jakarta: Depdikbud.
2.Endraswara, Suwardi: 2003. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Widyatama.
3.Fananie, Zainuddin. 2000. Telaah Sastra. Surakarta: Muhammadiyah University Press.
4.Faruk. 1999. Pengantar Sosiologi Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
5.Hardjana, Andre. 1985. Kritik Sastra Sebuah Pengantar. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
6.Jabrohim. 2001. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widia.
7.Nurgiyantoro, Burhan. 2000. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
8.Suharianto, S. 1982. Dasar-Dasar Teori Sastra. Surakarta: Widya Duta.
9.Wellek, Rene dan Austin Warren. 1995. Teori Kesusastraan (diindonesiakan oleh Melani Budianta). Jakarta: PT Gramedia.
10.Yati, Lili Suherma. 2004. Novel Bulan Mati di Javasche Oranje Syahid Samurai, dan Peluru di Matamu Karya Afirah Afrah Amatullah: Kajian Strukturalisme Genetik. Skripsi. Semarang: Universitas Negeri Semarang.
11.Zulfahnur, dkk. 1996. Teori Sastra. Jakarta: Depdikbud.


Untuk download file ini silakan klik di sini

Tidak ada komentar: