Oleh
Alfian Rokhamansyah
Sastra Indonesia S-1 (Ilmu Sastra)
Univ. Negeri Semarang (Unnes)
Istilah psikologi berasal dari bahasa Yunani, psyche yang berarti jiwa dan logos yang berarti ilmu. Jadi Psikologi adalah ilmu yang mempelajari gejala-gejala kejiwaan. Secara umum psikologi adalah sesuatu yang mempelajari struktur kehidupan psikis manusia dengan sifat-sifat/ciri-ciri yang umumnya dan berlaku untuk semua manusia sebagai subjek. Objek psikologi adalah manusia sebagai suatu subjek penghayatan dan mencakup segala tingkah laku manusia dalam situasi-situasi yang sama (Kartono, 1974:15).
Karya sastra mempunyai dunia tersendiri. Ia merupakan pengejewantahan kehidupan hasil pengamatan sastrawan atas kehidupan sekitarnya. Karya sastra adalah kehidupan buatan atau rekaan sastrawan (Suharianto 1982:11). Karya sastra mempunyai kejiwaan yang diperankan oleh tokoh yang diciptakan. Siswantoro (2005:31) karya sastra dapat merekam gejala kejiwaan yang terungkap lewat perilaku tokoh. Perilaku ini mejadi data atau fakta empiris yang harus dimunculkan oleh peneliti sastra dengan syarat bahwa mereka memiliki teori-teori psikologi sastra yang memadai di dalam usaha bedah investigasi.
Menurut Jatman (dalam Endraswara 2002:97) berpendapat bahwa karya sastra dan psikologi memang memiliki pertautan yang erat, secara tidak langsung dan fungsional. Pertautan tak langsung, karena baik sastra maupun psikologi memiliki objek yang sama yaitu kehidupan manusia. Psikologi sastra memiliki hubungan fungsional karena sama-sama untuk mempelajari keadaan kejiwaan orang lain, bedanya dalam psikologi gejalanya riil (nyata) dalam sastra bersifat imajinatif. penelitian psikologi sastra tidak terpaku pada kajian narasi dalam substansi karakter tokoh saja, tetapi juga perlu mencermati hal itu berhubungan dengan realitas atau tidak. sejauhmana pengarang menghadirkan unsur-unsur kejiwaan individual atau sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar