Oleh
Alfian Rokhmansyah
NIM 2150407005
Sastra Indonesia, S1 (Ilmu Sastra)
Univ. Negeri Semarang
Novel sebagai bentuk karya sastra merupakan jalan hidup yang di dalamnya terjadi peristiwa dan perilaku yang dialami dan diperbuat manusia (Siswantoro 2005:29). Novel merupakan prosa fiksi yang berisi tentang kehidupan tokohnya dari awal hingga akhir. Prosa fiksi menurut Aminudin (2002:66) yaitu kisahan atau cerita yang diemban oleh pelak-pelaku tertentu dengan pemeranan, latar serta tahapan dan rangkaian cerita tertentu yang bertolak dari hasil imajinasi pengarangnya sehingga menjalin suatu cerita. Novel sendiri merupakan gambaran hidup tokoh yang menceritakan hampir keseluruhan perjalanan hidup tokoh. Penokohan serta karakter tokoh dalam novel digambarkan dengan lengkap atau jelas oleh pengarang. Setiap tokoh juga diberi gambaran fisik dan kejiwaan yang berbeda-beda sehingga cerita tersebut seperti nyata atau menjadi hidup. Dari segi kejiwaan, sastra bisa dipelajari dan ditelaah dengan menggunakan teori psikologi.
Dunia fiksi merupakan bayangan dunia nyata yang setiap tokohnya punya kejiwaan dan kepribadian yang berbeda. Kejiwaan dan kepribadian dalam novel bisa dibedah menggunakan teori psikologi. Perbedaan dengan Psikologi dan sastra terdapat pada objek yang diteliti, ilmu psikologis meneliti langsung kasus kejiwaan sehingga akan lebih luas sebab akibatnya, sedangkan sastra hanya terbatas teks yang ada dalam karya sastra. Yang menjelaskan perilaku dan kepribadian tokoh terbatas dari teks sehingga peneliti harus menguasai ilmu psikologi yang digunakannya. Seperti pendapat Siswantoro (2005:31) perilaku menjadi data dan fakta empiris yang harus dimunculkan oleh analis atau pembaca ataupun peneliti sastra dengan syarat bahwa mereka memiliki teori-teori psikologi yang memadai di dalam usaha bedah investigasi. Tetapi tidak semua tokoh dijelaskan secara detail atau terperinci biasanya hanya tokoh utama yang dijelaskan.
Novel yang menjadi objek analisis psikologi sastra ini adalah novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis. Novel ini bercerita tentang kehidupan Guru Isa yang mengikuti gerakan perjuangan. Ia mengikuti gerakan tersebut setelah dikenalkan oleh Hazil yang memang anggota perjuangan.
Dalam novel ini terlihat konflik psikologis Guru Isa yang disebabkan banyak hal. Mulai dari ketidaksukaannya dengan kekerasan hingga masalah rumah tangga, yaitu ketidakmampuan Guru Isa memenuhi hasrat seksual istrinya karena Guru Isa impoten. Perubahan kebribadian Guru Isa ditunjukkan dari konflik-konflik yang terjadi pada dirinya yang dipengaruhi oleh orang lain.
Selain konflik psikologis yang terjadi pada Guru Isa, novel ini juga menunjukkan perubahan kepribadian Hazil. Hazil awalnya digambarkan sebagai sosok yang berjuang keras untuk perjuangan bangsa, tetapi berubah menjadi sosok yang penakut dan berkhianat. Ia berselingkuh dengan Fatimah istri Guru Isa.
Analisis ini menggunakan teori kepribadian Jung untuk menganalisis kepribadian tokoh utama, yaitu Guru Isa dan Hazil. Analisis ini difokuskan pada tipe kepribadian dan faktor yang memengaruhi perubahan kepribadian pada tokoh utama novel Jalan Tak Ada Ujung karya Mochtar Lubis.
Untuk download analisis ini, silakan klik di sini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar