Tikus dan Manusia, diterjemahkan dari Of Mice and Men karya John Steinbeck. Tikus dan Manusia mengisahkan dua tokoh sentral, George dan Lennie, dan beberapa tokoh lain yang berinteraksi dalam sebuah peternakan. Latar waktu dalam novel ini tidak diceritakan secara eksplisit. Namun, penggambaran situasi sosial serta interaksi antar pekerja di peternakan tersebut menggambarkan kondisi pada masa depresi Amerika di tahun 1930-an.
Masa depresi yang terjadi di Amerika Serikat di tahun 1930an dipicu oleh anjloknya harga saham hingga 40% pada tahun 1929. Kondisi tersebut menyebabkan angka pengangguran meningkat sampai dengan sepertiga jumlah rakyat Amerika. Selain itu kebangkrutan bank, pabrik, dan berbagai sektor bisnis mengakibatkan turunnya kesejahteraan rakyat. Panen gagal menyebabkan para petani menjual tanah mereka. Para pekerja rela dibayar rendah demi bertahan hidup.
Keadaan yang serba sulit tersebut digambarkan oleh Steinbeck dalam novel Tikus dan Manusia. Diawali dari pelarian George dan Lennie dari sebuah peternakan Weed, cerita bergulir seiring perjalanan George dan Lennie yang akhirnya menetap untuk bekerja di peternakan lain. George dan Lennie kemudian bertemu Slim, Candy, Crooks, Carlson dan Curley serta istrinya, yang juga seperti George dan Lennie, bertahan dengan caranya masing-masing. Dalam interaksi George dan Lennie, serta pekerja lain di peternakan tersebut, terdapat relasi-relasi tertentu yang berujung kepada klasifikasi pekerja.
Relasi-relasi yang terjadi melibatkan false consciousness[1] yang ditanamkan penguasa (kapitalis), agar para pekerja, jika tidak dengan senang hati, dengan terpaksa menjalankan apa yang diinginkan penguasa. False consciousness tidak secara kaku bekerja dalam dikotomi atau hubungan penguasa dan pekerja.
Dalam Tikus dan Manusia false consciousness bekerja dalam relasi antara George dan Lennie. George dan Lennie digambarkan bertolak belakang, dan karenanya, saling melengkapi.
Yang pertama berbadan kecil dan cekatan, bermuka kehitam-hitaman, dengan mata jalang tajam, dan raut muka teguh. Segala-galanya yang ada padanya hanya bisa digambarkan begini; kecil, bertangan kuat, berlengan langsing, hidung tipis menulang. Di belakangnya, orang yang dalam segala-galanya serba bertentangan, raksasa muka yang tak tentu bentuknya, mata besar pucat, bahu lebar menurun, langkah yang berat-berat, kaki menyeret sedikit, seperti beruang menyeret kakinya. Tangan tak berlenggang, tapi untung bergantung lemah. (Tikus dan Manusia, 2003:8)
George tidak memiliki kekuatan fisik, yaitu tubuh besar yang dimiliki Lennie. Begitu pula sebaliknya, Lennie tidak memiliki kemampuan berpikir dan otonomi diri seperti yang dimiliki George. Namun, relasi yang saling melengkapi tersebut tidaklah setara sifatnya, melainkan hirarkis: George penentu, Lennie pelaksana; gerak George terbatas, gerak Lennie dibatasi; George “memimpin“, Lennie mengikuti.
Terdapat beberapa kategori pekerja (manusia) dalam kerangka sistem kapitalisme yaitu animal (binatang), machine (mesin), dan the extension of the machine (pengganti mesin). Ketiga kategori tersebut digunakan untuk mendukung produksi dan reproduksi. Bila konsep ini digunakan untuk menganalisis novel Tikus dan Manusia, dapat ditemukan bahwa para pekerja di peternakan termasuk dalam kategori machine. Sedangkan Candy dan Lennie termasuk ke dalam kategori the extension of the machine karena mereka bekerja tanpa rasa dan gairah. Motivasi mereka hanyalah dorongan ekonomi untuk bertahan hidup dan selain itu, untuk menjaga sistem agar terus berjalan. Para pekerja ini teralienasi[2] dan hanya menjadi mesin produksi semata Karena tersingkirkannya unsur-unsur manusia dalam sistem kapitalisme. Kategori lain dalam Tikus dan Manusia, adalah manusia, yaitu istri Curley. Hanya istri Curley yang membicarakan dan menunjukkan perasaan kesepian dan kebutuhan akan teman. Namun, hal tersebut menyebabkan istri Curley teralienasi dari sistem kapitalisme, dan pada akhirnya tersingkirkan dari sistem tersebut karena mengganggu tatanan.
Dalam lingkup yang lebih mikroskopis, gejala sistem kapitalisme bekerja dalam hubungan antara George dan Lennie. Konsep false consciousness ditanamkan oleh George, yang dalam hal ini sebagai kapitalis, sehingga George mendapatkan keuntungan yang optimal dari Lennie. False consciousness yang bekerja dapat dilihat dari bagaimana Lennie memandang George sebagai pelindung yang ia sayangi sehingga ia rela melakukan apa saja yang diperintahkan George. Lennie bahkan menangis menanggapi kemungkinan kehilangan George yang dikatakan Crooks kepadanya. Namun, dalam proses pengambilan keuntungan tersebut, George malah semakin banyak dirugikan. Oleh karena itu, sebagaimana kapitalisme bekerja, Lennie harus disingkirkan karena dianggap sebagai mesin yang tidak menguntungkan. Tindakan George membunuh Lennie merupakan perwujudan sistem kapitalisme: eliminasi terhadap mereka yang tidak berguna atau menghambat pencapaian tujuan.
[1] Sebuah konsep yang berasal dari teori Marxis mengenai kelas sosial. Konsep ini mengacu pada misinterpretasi yang sistematis dari kelas sosial dominan yang tertanam dalam kesadaran kelas subordinatnya. http://www-personal.umd.umich.edu/~delittle/iess%20false%20consciousness%20V2.htm diakses 2 Januari 2012, 19.33 WIB
[2] Teralienasi dapat diartikan sebagai kondisi terasing atau terpinggirkan (KBBI, 2006)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar