Sastrawan, yang merupakan seorang pengarang karya sastra, memegang peranan penting dalam sebuah karya sastra. Ia bisa menjadikan karya sastra sebagai produk yang berisi ide-ide dari hasil pemikiran yang mendalam terhadap suatu realitas yang ditemuinya. Karya sastra yang ia ciptakan juga dijadikan sebagai pembawa paham-paham yang akan memengaruhi bagi siapa yag membacanya.
Pemikiran-pemikiran yang dibawa pengarang ini biasanya muncul pada tokoh utama yang ada dalam karya yang dihasilkannya. Umumnya pemikiran-pemikiran yang dibawa pengarang akan terlihat pada karya sastra berjenis prosa. Hal ini karena prosa merupakan suatu bentuk yang sangat kompleks bila dibandingkan puisi. Dalam prosa terdapat lakuan-lakuan dari tokoh satu dengan tokoh lain dan juga terdapat konflik-konflik. Tokoh dapat dijadikan representasi dari pengarang sehingga pemikiran-pemikiran pengarang dapat terlihat dari setiap lakuan tokoh, baik melalui ucapan, tingkah laku, maupun interaksi dengan tokoh lain.
Selain itu, pemikiran-pemikiran pengarang terhadap suatu paham yang dibawanya dapat dilihat dari karya-karya yang dihasilkan. Artinya pengarang yang menganut suatu paham tertentu akan memunculkan pemikiran-pemikirannya itu pada setiap karya yang dihasilkannya sebagai sebuah wacana. Banyak pengarang novel, penyair, maupun pengarang drama yang memunculkan pahamnya pada karya yang dihasilkan, misalnya Nawal el-Saadawi.
Ia merupakan pengarang perempuan dalam Sastra Arab dari Mesir yang membawa paham feminisme pada setiap karya yang dihasilkan. Nawal el Saadawi selalu menampilkan dan menonjolkan kritik yang cukup pedas sekaligus penggambaran realitas sosial politik dengan menggunakan gaya bahasa sehari-hari dalam penceritaannya, natural, dan tanpa embel-embel analitik.
El-Saadawi terkenal sebagai tokoh feminisme. Ia menulis permasalahan perempuan melalui praktik medisnya. Dengan latar belakang seorang dokter, ia berusaha mengungkap pemasalahan fisik dan psikologis perempuan lalu menghubungkannya dengan kebudayaan, gender, dan patriarki. Dari hasil penelitiannya itu, ia kemudian menggunakannya untuk dijadikan sebuah karya sastra. Dalam karya sastra el-Saadawi yang berbentuk novel maupun cerita pendek, terdapat beberapa pandangan el-Saadawi mengenai permasalahan perempuan. Hal ini tidak lepas dari paham feminisme yang ia anut. Ia mencoba memperjuangkan kaumnya melalui karya-karya yang dihasilkannya.
Tokoh-tokoh yang dimunculkan dalam setiap karyanya adalah seorang perempuan, yang selalu membawa paham feminisme. Beberapa judul karya el-Saadawi yang membawa paham feminisme a.l.: Perempuan di Titik Nol, Memoar Seorang Dokter Perempuan, Tak Ada Tempat bagi Perempuan di Surga, Matinya Sang Penguasa, Matinya Seorang Mantan Menteri, dan beberapa karya lainnya.
El-Saadawi selalu menampilkan konflik-konflik kehidupan perempuan yang tertindas, terombang-ambing oleh kekuatan kekuasaan yang ada. Ekspresionisme yang diungkapkan oleh el-Saadawi dalam setiap karyanya, mendobrak doktrin-doktrin dominasi laki-laki terhadap perempuan. Rentetan kalimat-kalimat yang bernada provokatif, mengakibatkan pembaca ikut merasakan apa yang ingin disampaikan oleh el-Saadawi yang ingin menentang kultur, doktrin, dan aturan di negaranya, yakni Mesir. Dalam buku Catatan dari Penjara Perempuan, el-Saadawi berhasil meluapkan protes-protes dan sarkatis terhadap pemerintahnya.
Pergolakan jiwa yang dimunculkan dalam setiap karya el-Saadawi, tidak lepas dari tujuannya yang ingin memberontak dengan aturan-aturan yang mengikatnya sebagai seorang perempuan. Dalam karya-karyanya selalu menampilkan sarkasme-sarkasme yang ditujukan pada kaum laki-laki dan penguasa. Hal ini juga menyangkut pertimbangan pengaruh karya sastra terhadap pembaca. El-Saadawi telah menciptakan jiwa-jiwa pemberontak dengan bahasanya yang terkesan memprovokasi dan membangkitkan emosi pembaca. Untuk memperkuat tujuannya, el-Saadawi memunculka tokoh-tokoh perempuan yang selalu menderita tiada akhir, tanpa ada sedikitpun kebahagiaan.
Dari pemaparan tersebut terlihat bahwa sastra merupakan wadah suatu filsafat. Hal ini terlihat dari pandangan dunia pengarang yang muncul pada setiap karya yang dihasilkannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar