Sabtu, 29 Oktober 2011

KONFLIK BATIN TOKOH FIRDAUS DALAM NOVEL PEREMPUAN DI TITIK NOL KARYA NAWAL EL-SAADAWI

Oleh: Alfian Rokhmansyah, S.S.



PENDAHULUAN

Novel Perempuan di Titik Nol (selanjutnya disebut PdTN) merupakan novel terjemahan dari novel Woman at Point Zero karya Nawal el-Saadawi yang diterjemahkan oleh Amir Sutaarga. Novel PdTN merupakan buah karya kedelapan Nawal el-Saadawi, seorang feminis dari Kairo yag lahir di Kafr Tahla, 27 Oktober 1931. El-Saadawi banyak menulis dalam tentang wanita dalam Islam. El-Saadawi lulus dari jurusan kedokteran Universitas Kairo pada 1955. Melalui praktik medisnya, dia melakukan observasi permasalahan fisik dan psikologis wanita lalu menghubungkannya dengan tekanan praktik kebudayaan, dominasi patriarki, tekanan kelas, dan imperialis.

Penulis dengan tajam menguak kebobrokan masyarakat Mesir yang didominasi oleh kaum laki-laki. Novel yang diangkat dari kisah nyata ini merupakan interpretasi dari jeritan penderitaan dan pemberontakan wanita Mesir yang tertindas. Tema besar dari novel ini adalah feminisme yang digambarkan dengan sinis dan ironi dari kehidupan kelam seorang wanita Mesir atas bentuk protesnya terhadap dominasi kaum lelaki pada zamannya.

Novel ini bercerita perjalanan hidup seorang perempuan Mesir, Firdaus, yang mengalami permasalahan rumit dengan kehidupannya. Firdaus mengalami perlakuan-perlakuan yang tidak selayaknya untuk perempuan. Kekerasan fisik dan seksual dialaminya sejak kecil hingga dewasa hingga akhirnya Firdaus harus menjadi seorang pelacur dan divonis hukum gantung karena telah membunuh seorang germo. Kekerasan-kekerasan yang dialaminya menyebabkan tekanan batin yang cukup berat bagi Firdaus. Dalam tulisan ini, akan dibahas mengenai konflik batin yang dialami oleh tokoh Firdaus.

Konflik batin adalah pertentangan batin yang dialami oleh individu karena mengalami dua atau lebih motif yang saling bertentangan. Konflik batin ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain faktor personal dan faktor situasional. Faktor personal adalah faktor yang berasal dari dalam individu itu sendiri. Sedangkan faktor situasional adalah faktor yang berasal dari luar individu itu sendiri.


SIMPULAN

Dari analisis konflik batin yang dialami tokoh Firdaus dalam novel PdTN terlihat bahwa konflik batin disebabkan (1) adanya tekanan batin oleh perilaku ayahnya sewaktu ia kecil; (2) sikap pamannya yang semakin hari semakin berubah seiring dengan pertambahan umur Firdaus; (3) kekerasan fisik dan batin oleh suaminya yang berumur lebih dari 60 tahun; (4) penipuan oleh orang yang baru ia kenal. Ia dimanfaatkan untuk melampiaskan nafsu syahwat orang itu dan kawannya; (5) tidak bisa merasakan nikmat saat ia melakukan hubungan seksual dengan para pelanggannya (6) dikhianati oleh laki-laki yang dipuja dan dicintainya; dan (7) merasa hanya dimanfaatkan oleh laki-laki sebagai mesin penghasil uang. Dari akibat konflik batin yang dialami Firdaus terjadi kemarahan dan kekecewaan yang diluapkan oleh Firdaus pada orang-orang di sekitarnya yang dominan laki-laki.


DAFTAR BACAAN

  • Alwisol. 2004. Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.
  • Endraswara, Suwardi. 2008a. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.
  • ______. 2008b. Metode Penelitian Psikologi Sastra. Yogyakarta: Media Pressindo.
  • El-Saadawi, Nawal. 2006. Perempuan di Titik Nol. Diterjemahkan oleh Amir Sutaarga dari Women at Point Zero. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  • Ratna, Nyoman Kutha. 2004. Teori, Metode, dan Teknik Penelitian Sastra. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
  • Roekhan. 1990. “Kajian Tekstual dalam Psikologi Sastra” dalam Aminuddin (Ed.) Sekitar Masalah Sastra: Beberapa Prinsip dan Perkembangannya. Malang: Asah Asih Asuh.
  • Sujanto, Agus, dkk. 2001. Psikologi Kepribadian. Surabaya: Bumi Aksara.
  • Walgito, Bimo. 2002. Pengantar Psikologi Umum. Yogyakarta: Penerbit Andi.
  • Wellek, Rene dan Austin Warren. 1970. Teori Kesusastraan. Diterjemahkan oleh Melani Budianta. Jakarta: Gramedia.

untuk mengunduh artikel kajian ini, silakan akses menu Halaman Download

Tidak ada komentar: