Minggu, 02 Oktober 2011

ASPEK SEMANTIK DAN VERBA DALAM CERPEN “USAPKAN AIR MATA IBUKU…” (SEBUAH KAJIAN STRUKTURAL TZEVETAN TODOROV)

Oleh :
Laili Ernawati
2150407018
Sastra Indonesia, S1
Universitas Negeri Semarang


1. Pendahuluan

Di era yang semakin globalisasi ini, tak urung dan tak lepas perkembangan karya sastra juga semakin maju, khususnya prosa yang merupakan hasil penuangan ide, gagasan, pikiran para penghasil sastra dengan usaha yang keras. Sekarang ini banyak muncul para sastrawan baru, khususnya di bidang penulisan cerita pendek. Mulai dari orang biasa hingga artis pun mencoba menggepakkan karyanya lewat cerita pendek bahkan novel.

Metode pendekatan yang sering digunakan dalam mengkaji suatu karya sastra adalah pendekatan struktural. Pendekatan ini dapat mengupas karya sastra atas dasar strukturnya. Akan tetapi, pendekatan ini baru merupakan kerja pendahuluan karena karya sastra merupakan bagian atau mata rantai sejarah sastra dan sejarah bangsanya. Dengan demikian karya sastra tidak dapat dilepaskan dari konteks sosial-budayanya (Teeuw, 1983 :61)

Dalam membaca dan memahami karya sastra bukanlah hal yang gampang atau mudah. Menurut Culler (1975: 134) mengatakan bahwa membaca sastra adalah kegiatan yang paradoksal, yaitu kita menciptakan kembali dunia ciptaan, dunia rekaan, dan menjadikannya sesuatu yang akhirnya dapat kita kenali. Salah satu cara memahami karya sastra adalah dengan mengkaji atau menganalisis karya sastra tersebut.

Dalam perkembaangannya, strukturalisme mengalami beberapa perubahan dalam menilai dan menganalisis sastra. Salah satu perkembangannya adalah naratologi strukturalis, yang merupakan pendekatan dalam bidang naratif. Beberapa tokoh sastra strukturalis mencetuskan teori-teori mereka setelah melakukan penelitian dari teks-teks naratif.

Todorov merupakan salah satu yang mencetuskan teorinya atas dasar naratif. Teori naratif strukturalis berkembang dari analogi-analogi linguistik dasar tertentu. Sintaksis adalah model dasar aturan naratif. Pendekatan yang Todorov gembar-gemborkan waktu itu adalah “sintaksis naratif”.

Dalam kajian yang akan penulis lakukan, penulis akan mengambil judul “Aspek Sematik dan Verba dalam Cerita Pendek Usapkan Air Mata Ibuku Karya Dwi Agustina (Sebuah kajian struktural Tzvetan Todorov)”dengan alasan bahwa pendekatan stuktural yang dicetuskan oleh Todorov dalam perkembangan di Indonesia masih terbilang baru. Sehingga penulis berharap dapat mencapai hasil yang maksimal dalam mengkaji cerita pendek yang berjudul Usapkan Air Mata Ibuku.

2. Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulisan pengkajian ini selain memenuhi tugas mata kuliah Pengkajian Prosa, juga untuk:
1)Menjelaskan kajian cerita pendek Usapkan Air Mata Ibuku dengan pendekatan naratologi Todorov khususnya aspek semantik.
2)Menjelaskan kajian cerita pendek Usapkan Air Mata Ibuku dengan pendekatan naratologi Todorov khususnya aspek verba.
3)Menjelaskan hasil yang diperoleh dari pengkajian cerita pendek Usapkan Air Mata Ibuku dengan pendekatan naratologi Todorov.

3. Naratologi Strukturalis Tzevetan Todorov

Todorov adalah salah satu tokoh strukturalis yang mencetuskan pandangannya mengenai teks sastra. Todorov mengatakan bahwa telaah teks sastra meliputi:
a. Aspek semantik : hubungan sintagmatik dan paradigmatik
b. Aspek verba : modus, kala, sudut pandang, dan penuturan
c. Aspek sintaksis : struktur teks, sintaksis naratif, kekhususan, relasi
(Todorov dalam Zeimar,dkk., 1985)

4. Simpulan

Pengkajian yang dilakukan penulis terhadap cerita pendek di atas adalah menggunakan pendekatan dalam teori Todorov. Simpulan yang dapat penulis simpulkan setelah mengkaji cerita pendek tersebut, adalah:
1)Todorov adalah salah satu tokoh strukturalis yang mencetuskan pandangannya mengenai teks sastra. Todorov mengatakan bahwa telaah teks sastra meliputi:
a.Aspek semantik : hubungan sintagmatik dan paradigmatik
b.Aspek verba : modus, kala, sudut pandang, dan penuturan
c.Aspek sintaksis : struktur teks, sintaksis naratif, kekhususan, relasi
2)Dalam aspek semantik terdapat dua hubungan, yaitu:
a.Hubungan sintagmatik, terdapat dua aspek yang dianalisis yaitu urutan peristiwa dan fungsi utama
b.Hubungan paradigmatik, terdapat dua aspek yang dianalisis yaitu indeks dan informan
3)Dalam aspek verba, terdapat tiga kategori yang dianalisis, yaitu:
a.Kategori Modus terdapat tiga gaya cerita yakni gaya langsung, gaya tak langsung, dan gaya ujaran yang diceritakan
b.Kategori Waktu
c.Kategori Pandangan
4)Dalam aspek sintaksis, terdapat tiga kategori yang dianalisis, yaitu:
a.Struktur teks : urutan logis, urutan temporal, dan urutan spasial
b.Sintaksis naratif : kalimat, sekuen, dan teks
c.Kekhususan dan relasi

5. DAFTAR PUSTAKA
  • Nuryatin, Agus. 2006. Handout Perkuliahan: Teori Sastra (1). Semarang: Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.
  • Suharianto, S. 1982. Dasar-Dasar Teori Sastra. Surakarta: Widya Duta.
  • Teeuw, A. 1988. Sastra dan Ilmu Sastra, Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Pustaka Jaya.
  • Selden, Rahman. 1993. Panduan Pembaca Teori Sastra Masa Kini. Diterjemahkan oleh Rahmat Djoko Pradopo. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
  • Nurgiyantoro, Burhan. 1995. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah mada University Press.
  • Chamamah, S. 2001. “Penelitian Sastra, Tinjauan Teori dan Metode Sebuah Pengantar”. Metodologi Penelitian Sastra. Yogyakarta: Hanindita Graha Widya.
  • Hudayat, Asep Yusup. 2007. Metode penelitian Sastra, modul. Bandung: Fakultas Sastra, Universitas Padjajaran.
  • Minderop, Albertine. 2005. Metode Karakteristik Telaah Fiksi. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
  • Lechte, John. 2001. 50 Filsuf Kontemporer: dari Strukturalisme sampai Postmodernitas, hlm. 239-246. Yogyakarta: Kinisius.
  • Teeuw, A. 1983. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.
  • Todorov, Tzevetan. 1985. Tata Sastra. Diterjemahkan oleh Okke K. S. Zaimar, dkk. Jakarta: Pustaka Jaya.
  • Kumpulan cerpen lomba seleksi peksimida.
untuk unduh makalah ini, silakan Halaman Download

Tidak ada komentar: